Thursday, March 27, 2014

Cafeine: The Stare

Jumat, senja. Baru saja duduk di sofa biru tua seperti biasa, di Cafeine. Sekarang Cafeine sudah mulai ramai pengunjung. Sore ini beberapa pria dengan jas duduk di bangku yang sejajar denganku. Tiga orang, dua di antaranya berambut coklat. Melihat penampilan dan mendengar sedikit pembicaraan mereka, aku menerka mereka bertiga merupakan rekan kerja dalam bagian marketing suatu perusahaan, entah perusahaan apa. Mendadak aku merasa tidak ingin mengamati lebih lanjut, dan mulai membakar rokok yang sudah kupegang beberapa menit.

"Cappuccino kamu nih, Ta." ujar Alina seraya menaruh kopi pesananku di meja. "Rasanya sudah cukup manis, kok. Aku yakin kali ini sesuai dengan selera kamu."

"Terima kasih, Lin."

"Sama-sama. Aku langsung ke bawah ya, Ta. Hari ini ramai pengunjung jadi aku agak sibuk"

"Alina! Hari ini ada live music, tidak?" tanyaku dengan suara agak lantang pada Alina yang sudah hampir menuruni tangga.

"Jam 7 malam, Nata! Aku ke bawah duluan ya!"

Baru saja Alina turun, seorang wanita membuka pintu dan mengintip ke arahku, kemudian langsung menutupnya kembali. Sekilas tampak seorang wanita muda dengan rambut agak kecoklatan dan kulit cerah khas asia, memakai pakaian rapi dan rok. Meskipun begitu, tatapannya terasa lumayan tajam. Sisanya, aku tidak sempat memperhatikannya. Walaupun sempat penasaran dan bertanya-tanya dalam hati, akhirnya aku lebih memilih menikmati langit sore dari sofa favoritku di Cafeine.

Malam itu diselimuti alunan musik jazz yang merdu. Walaupun aku tidak terlalu mengerti dan menikmat musik jazz, tapi lagu-lagu yang mereka bawakan cukup menarik. Ternyata tiga pria yang mengenakan jas tadi sore adalah bagian dari personil band tersebut.

Pukul 9 malam. Aku turun karena ingin kembali ke apartemen. Sebelumnya, aku ingin menanyakan sesuatu pada Alina. Alina sedang berdiri di samping meja untuk melayani pelanggan. Ia melihatku berjalan ke arahnya dan memberi tanda agar aku menunggu sambil berbisik "Sebentar". Selesai mencatat pesanan pelanggan, ia berjalan ke arahku.

"Mau pulang, Ta?"

"Ya. Mau sekalian kuantar?"

"Tidak mungkin, Ta, masih banyak yang harus aku kerjakan. Kamu duluan aja."

"Ya sudah. Sepertinya sekarang aku mengganggu pekerjaan kamu. Aku pulang dulu ya. Malam, Lin!" kataku sembari berjalan menuju pintu keluar.




N.B. Aku lupa bertanya pada Alina mengenai wanita yang aku lihat tadi sore.

_____
3

No comments:

Post a Comment